Rabu, 17 Juni 2020

Ancaman Sistem Keamaanan Komputer


ANCAMAN SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
Serangan terus berkembang menyusul perkembangan teknologi di dunia. Para hacker akan terus memanfaatkan celah keamanan korbannya untuk meraup keuntungan dan mencuri data pelanggan.
Perusahaan penyedia solusi keamanan Palo Alto Networks mengemukakan lima prediksi ancaman siber pada 2020 yang mengincar korporasi dan solusi yang harus diambil
1. Masalah keamanan di 4G, jadi gambaran persoalan keamanan di 5G nantinya.
Melihat masih minimnya uji coba penggelaran 5G yang sukses untuk saat ini, pembangunan infrastruktur 5G diprediksikan baru akan terjadi secara besar-besaran dalam kurun waktu 10 tahun ini. Meskipun perjalanan evolusi 5G hadir mengiringi jaringan 4G yang ada sekarang, era 5G belum akan hadir secara massal dalam waktu dekat ini.
Sejumlah negara APAC bahkan baru saja bisa mencicipi teknologi 4G. GSMA memprediksikan bahwa 4G masih akan menjangkau 68% pengguna perangkat bergerak global di tahun 2025 di kawasan ini. Masih tingginya pengadopsian model LTE di area-area perdesaan, tak lain karena panjang gelombang yang dipancarkan oleh jaringan 4G lebih panjang dibandingkan mmWave 5G.
Bila tantangan ini tidak segera diantisipasi, selain mobile ISP akan menjadi titik sasaran pada insiden serangan siber di kemudian hari, kemungkinan mereka juga akan menjadi tempat terbukanya celah vulnerability, seperti pada sistem IoT yang tak aman.
Pendekatan keamanan perlu diterapkan sejak dini, melalui tindakan pencegahan, memperkokoh lapis keamanan melalui penerapan otomatisasi, membangun sistem keamanan yang kontekstual, serta mengintegrasikan fungsi-fungsi keamanan melalui API.
2. Potensi masalah di balik kesenjangan jumlah SDM di bidang keamanan siber.
Kebutuhan akan keamanan siber selalu tak akan pernah dapat terpenuhi selama tidak adanya perubahan pola pikir yang fundamental.  mengatasi persoalan ini:  strategi otomatisasi dan mengeksplorasi seluruh alternatif yang ada untuk mendapatkan  sumber daya baru bagi keamanan.
Otomatisasi menjadi elemen kunci dalam penerapan strategi keamanan siber di masa depan, karena tidak lagi membutuhkan campur tangan operasi dari manusia. Seluruhnya dilakukan secara otomatis.
3. IoT bisa jadi lahan beranjau bagi keamanan.
terjadi evolusi keamanan pada perangkat IoT, baik untuk personal maupun industri. Terdapat peningkatan jenis serangan melalui aplikasi tak aman maupun skema login yang lemah pada beragam perangkat rumahan, dari kamera pantau di luar rumah yang terkoneksi, hingga sistem pelantang nirkabel.

Ancaman ini diperparah dengan membanjirnya teknologi deepfake yang bisa digunakan sebagai sarana untuk membobol pintu akses masuk berbasis suara atau biometrik pada perangkat terkoneksi.Perangkat terkoneksi perlu ditingkatkan dan diperbarui lagi kondisinya agar tetap aman. Pemerintah diramalkan akan makin giat mengeluarkan pedoman dan regulasi keamanan untuk perangkat IoT. Langkah ini sebenarnya sudah terlebih dulu ditempuh oleh industri dengan dikeluarkannya sejumlah standar keamanan untuk perangkat IoT, seperti yang tertuang dalam rancangan standar ISO/IEC 27037.
4. Batas privasi data makin mengabur.
 kuantitas proses-proses legislasi terkait privasi data di sepanjang tahun 2020 nanti. Seperti Indonesia dan India, kedua negara tersebut telah menggodok aturan mengenai perlindungan privasi data sejak beberapa tahun terakhir.
Sejumlah aturan yang diajukan di sejumlah negara di kawasan juga memperlihatkan adanya keharusan untuk menempatkan data di dalam negeri; aturan ini sepertinya didorong oleh kekhawatiran akan privasi dan keamanan data.
Di Indonesia sendiri, sudah ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Di tahun 2020, akan makin banyak lagi lembaga pemerintah negara-negara di APAC yang menerbitkan aturan-aturan serupa yang mengatur atau membatasi lalu lintas data secara lintas batas, umumnya informasi di sektor publik. Merespons akan hal ini, seperitnya perusahaan perlu mempertimbangkan untuk membangun lebih banyak data center di dalam negeri guna menghadirkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan dalam negeri.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa dengan membangun data di dalam negeri tidak lantas akan membuat data aman dengan sendirinya. Pengguna individu dan korporasi saat ini makin terkoneksi dan hal ini menjadikan mereka rentan terhadap insiden-insiden keamanan global. Dalam beraksi, penjahat siber tak peduli dengan batas Negara .Ke depan, perusahaan perlu untuk makin jeli memantau setiap data ,utamanya di kawasan-kawasan yang ramai terkoneksi, seperti kawasan ASEAN.
5. Masa depan cloud telah tiba.
Makin banyak bisnis yang memanfaatkan containers (contohnya, virtualisasi sistem operasi) dalam mendukung tercapainya efisiensi, konsistensi, dan pemangkasan biaya di perusahaan. Namun, bila container tidak dikonfigurasikan dengan tepat, ada bahaya yang meghadang. Membuat perusahaan malah jadi rentan terhadap upaya-upaya pengintaian siber.
Penerapan kebijakan dan firewalls yang tepat di jaringan dapat mencegah tereksposnya sumber-sumber daya perusahaan ke luar. Selain itu, peranti keamanan cloud mampu memberikan peringatan dini akan adanya risiko keamanan di infrastruktur cloud mereka.
Pengadopsian keamanan cloud juga bukan tanpa tantangan sama sekali. Riset yang dilakukan oleh Ovum bersama dengan Palo Alto Networks mengenai Asia-Pacific Cloud Security Study mengemukakan bahwa 80% perusahaan besar melihat keamanan dan privasi data dianggap sebagai salah satu kendala terbesar dalam pengadopsian cloud di lingkungan perusahaan
ANTIVIRUS

Comodo Antivirus merupakan perangkat lunak yang bagus, jika kita membandingkannya dengan perangkat lunak keamanan gratis lainnya.
Comodo Antivirus untuk Windows menawarkan perlindungan penuh dan fitur dasar yang dapat kita bandingkan dengan pesaing freeware: perlindungan firewall, Mode Game - ini menekan operasi yang dapat mengganggu pengalaman bermain pengguna seperti peringatan, pembaruan basis data virus atau pemindaian terjadwal, sebuah Comodo Dragon mengamankan browser Web yang dikenal sebagai "versi Chrome yang lebih cepat dan stabil, pengiriman seret dan jatuhkan aplikasi yang mencurigakan untuk analisis dan widget desktop yang berguna yang mencakup ikon tugas umum untuk meluncurkan tugas, peramban populer, dan sosial situs media
Layanan yang diberikan :
  • Analisis berbasis cloud dari file yang mencurigakan mencegah PC Anda dari semua jenis masalah.
  • Sangat mudah untuk menggunakan interface
  • Sangat cepat scan PC Windows anda
  • Ini mengisolasi semua file yang mencurigakan yang menghilangkan kemungkinan kontaminasi file PC Anda
  • Terus diperbarui dengan tanda tangan virus terbaru
  • Menawarkan keamanan firewall yang mengamankan Anda dari situs yang mencurigakan
  • Meliputi perlindungan dari sumber infeksi "semua" seperti email, permainan, IM, dll
  • Perlindungan cerdas secara otomatis kotak pasir tidak diketahui dan file yang mencurigakan
  • Memberikan perlindungan penuh terhadap virus dan malware
  • Amankan detail Anda saat berbelanja online
  • Menawarkan help desk bantuan 24/7 Comodo Antivirus
  • Sediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan antivirus
  • Hapus file yang mencurigakan yang sedang berjalan di komputer Windows Anda
  • Tawarkan semua layanan ini secara gratis
  • Sangat mudah untuk setup pada PC Windows Anda

Fitur Premium (Internet Security dan Endpoint Security ) Dari Comodo Antivirus
  • Fitur fitur Comodo antivirus internet security dan endpoint security

Kelebihan Antivirus Comodo:
  • Menyediakan perlindungan lengkap terhadap virus, malware, dan ancaman lainnya
  • Terus diperbarui untuk memberikan perlindungan dari virus baru
  • Bisa memindai memori PC setelah komputer pertama kali dinyalakan
  • Comodo Antivirus mencakup serangkaian mesin pendeteksi virus, spyware, rootkit, dan malware lainnya
  • Tawarkan "Game Mode" (deteksi diam dari ancaman)
  • Dukung Windows 10/8/7 / Vista / XP
  • Selain itu, dukung versi Windows 64-bit
  • Menawarkan keamanan firewall untuk memberi perlindungan kepada dunia maya
  • Tawarkan semua layanan secara gratis tanpa uang
  • Menyediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan setup, untuk browsing aman
  • Jika Anda menginginkan hasil dan kinerja optimal dengan perangkat lunak dan paket Comodo, Anda harus memastikan bahwa PC Anda sesuai dengan persyaratan sistem minimum, seperti: Windows XP, Vista, 7, 8 atau 10.
  • Semua kebutuhan di atas memerlukan versi Internet Explorer 5.1 atau yang lebih baru, RAM yang tersedia 152 MB, dan 400 MB ruang hard disk.
  • Jika Anda memiliki Windows XP, Anda memerlukan 256 MB RAM yang tersedia, dan 210 MB ruang hard disk
  • Pengguna Mac akan memerlukan platform perangkat keras Mac Intel x86_64 dan sistem operasi MAC OS X 10.9x atau 10.10.x.
Mereka memiliki paket Linux dan Antivirus Cloud yang berbeda dengan persyaratan berbeda yang terbaik untuk dilihat di situs untuk semua opsi dan varians. Dasar-dasar adalah bahwa Anda memerlukan CPU 2 GHz, RAM 2 GB, dan ruang disk 40 GB.
Tampilan programnya pun menggunakan sistem tab serta konfigurasinya mudah dihapal. Pada tab “Summary” ditampilkan status dari modul Firewall dan Defense+, pengguna bisa mereview jumlah intruksi yang terblokir, jumlah koneksi yang keluar dan masuk serta mengubah level keamanan firewall, lalu dibawahnya pada modul Defense+ ditampilkan jumlah akses yang diblokir, jumlah proses yang berjalan, review file yang perlu dikonfirmasi tingkat kepercayaannya dan level keamanan Defense+. Di bagian kanan terdapat link Highlights yang membawa pengguna ke website forum COMODO, koneksi yang sedang berjalan dan tips harian.


Konfigurasi untuk modul firewall-nya pun bisa dibilang sangat mudah dan cepat karena tidak bertele-tele. Di dalam tab ini disediakan berbagai macam jalan pintas ke berbagai konfigurasi.

  • View Firewall Events, menampilkan database konfirmasi yang telah ditampilkan agar bisa di-review oleh pengguna,
  • Define a New Trusted Application, memasukkan aplikasi yang dipercaya ke dalam daftar Whitelist agar bisa langsung terkoneksi ke internet tanpa konfirmasi,
  • Define a New Blocked Application, memasukkan aplikasi yang dianggap berbahaya agar tidak terkoneksi ke internet,
  • Stealth Ports Wizard, konfigurasi ini berguna untuk membuat peraturan global dimana mempengaruhi keberadaan sistem terhadap sistem lain,
  • View Active Connections, menampilkan aplikasi-aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara langsung,
  • My Port Set, mengelompokkan setiap port di sistem agar bisa dikonfigurasi untuk manajemen jaringan,
  • My Network Zones, membuat zona jaringan tersendiri agar bisa digunakan dalam situasi tertentu,
  • My Blocked Network Zones, membuat daftar alamat jaringan yang diblokir.
   



Disini pengguna harus terlibat secara langsung dalam setiap prosesnya, dikarenakan semua konfirmasi yang muncul membutuhkan “izin” dari pengguna untuk memberi respon “Allow” atau “Block”. Pada COMODO Defense+ terdapat 9 fitur yang bisa dikonfigurasi oleh pengguna.

  • View Defense+ Events, menampilkan daftar konfirmasi – konfirmasi yang telah ditampilkan sebelumnya dan semua respon yang telah dilakukan oleh Defense+,
  • My Protected Files, pengguna dapat memasukkan direktori folder tertentu yang ingin dilindungi dari perubahan yang tidak berhak,
  • My Blocked Files, memasukkan direktori  file yang ingin dikunci total dan diblokir dari segala akses,
  • My Pending Files, daftar file – file yang memerlukan konfirmasi dari adminstrator,
  • My Own Safe Files, disini pengguna bisa memasukkan file – file yang dianggap terpercaya sehingga nantinya tidak perlu konfirmasi saat mau dijalankan,
  • View Active Process List, menampilkan daftar proses yang berjalan dan termasuk alamat IP yang dihubungi,
  • My Trusted Software Vendors, daftar software yang terpercaya dimana mengacu pada Digital Signature dari masing – masing file EXE,
  • My Protected Registry Keys, fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan entri registri yang ingin dilindungi dari modifikasi yang tidak berhak,
  • My Protected COM Interfaces, melindungi interkoneksi COM dari perubahan dan manipulasi dari proses yang mencurigakan (malware).
Konfirmasi dari COMODO Firewall dan Defense+ pun sangat mudah dipahami, sehingga disini pengguna hanya memerlukan melakukan beberapa klik mouse untuk merespon dari konfirmasi yang muncul.

  

Dari menu drop down yang ada tinggal dipilih untuk aplikasi yang sesuai (untuk modul Firewall), sedangkan untuk modul Defense+ juga harus sesuai dengan aplikasi yang bersangkutan. Centang “Remember my answer” agar tidak diberi konfirmasi kedepannya sehingga cocok untuk program yang terinstall permanen
REFERENSI




Tidak ada komentar:

Posting Komentar