Rabu, 17 Juni 2020

Ancaman Sistem Keamaanan Komputer


ANCAMAN SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
Serangan terus berkembang menyusul perkembangan teknologi di dunia. Para hacker akan terus memanfaatkan celah keamanan korbannya untuk meraup keuntungan dan mencuri data pelanggan.
Perusahaan penyedia solusi keamanan Palo Alto Networks mengemukakan lima prediksi ancaman siber pada 2020 yang mengincar korporasi dan solusi yang harus diambil
1. Masalah keamanan di 4G, jadi gambaran persoalan keamanan di 5G nantinya.
Melihat masih minimnya uji coba penggelaran 5G yang sukses untuk saat ini, pembangunan infrastruktur 5G diprediksikan baru akan terjadi secara besar-besaran dalam kurun waktu 10 tahun ini. Meskipun perjalanan evolusi 5G hadir mengiringi jaringan 4G yang ada sekarang, era 5G belum akan hadir secara massal dalam waktu dekat ini.
Sejumlah negara APAC bahkan baru saja bisa mencicipi teknologi 4G. GSMA memprediksikan bahwa 4G masih akan menjangkau 68% pengguna perangkat bergerak global di tahun 2025 di kawasan ini. Masih tingginya pengadopsian model LTE di area-area perdesaan, tak lain karena panjang gelombang yang dipancarkan oleh jaringan 4G lebih panjang dibandingkan mmWave 5G.
Bila tantangan ini tidak segera diantisipasi, selain mobile ISP akan menjadi titik sasaran pada insiden serangan siber di kemudian hari, kemungkinan mereka juga akan menjadi tempat terbukanya celah vulnerability, seperti pada sistem IoT yang tak aman.
Pendekatan keamanan perlu diterapkan sejak dini, melalui tindakan pencegahan, memperkokoh lapis keamanan melalui penerapan otomatisasi, membangun sistem keamanan yang kontekstual, serta mengintegrasikan fungsi-fungsi keamanan melalui API.
2. Potensi masalah di balik kesenjangan jumlah SDM di bidang keamanan siber.
Kebutuhan akan keamanan siber selalu tak akan pernah dapat terpenuhi selama tidak adanya perubahan pola pikir yang fundamental.  mengatasi persoalan ini:  strategi otomatisasi dan mengeksplorasi seluruh alternatif yang ada untuk mendapatkan  sumber daya baru bagi keamanan.
Otomatisasi menjadi elemen kunci dalam penerapan strategi keamanan siber di masa depan, karena tidak lagi membutuhkan campur tangan operasi dari manusia. Seluruhnya dilakukan secara otomatis.
3. IoT bisa jadi lahan beranjau bagi keamanan.
terjadi evolusi keamanan pada perangkat IoT, baik untuk personal maupun industri. Terdapat peningkatan jenis serangan melalui aplikasi tak aman maupun skema login yang lemah pada beragam perangkat rumahan, dari kamera pantau di luar rumah yang terkoneksi, hingga sistem pelantang nirkabel.

Ancaman ini diperparah dengan membanjirnya teknologi deepfake yang bisa digunakan sebagai sarana untuk membobol pintu akses masuk berbasis suara atau biometrik pada perangkat terkoneksi.Perangkat terkoneksi perlu ditingkatkan dan diperbarui lagi kondisinya agar tetap aman. Pemerintah diramalkan akan makin giat mengeluarkan pedoman dan regulasi keamanan untuk perangkat IoT. Langkah ini sebenarnya sudah terlebih dulu ditempuh oleh industri dengan dikeluarkannya sejumlah standar keamanan untuk perangkat IoT, seperti yang tertuang dalam rancangan standar ISO/IEC 27037.
4. Batas privasi data makin mengabur.
 kuantitas proses-proses legislasi terkait privasi data di sepanjang tahun 2020 nanti. Seperti Indonesia dan India, kedua negara tersebut telah menggodok aturan mengenai perlindungan privasi data sejak beberapa tahun terakhir.
Sejumlah aturan yang diajukan di sejumlah negara di kawasan juga memperlihatkan adanya keharusan untuk menempatkan data di dalam negeri; aturan ini sepertinya didorong oleh kekhawatiran akan privasi dan keamanan data.
Di Indonesia sendiri, sudah ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Di tahun 2020, akan makin banyak lagi lembaga pemerintah negara-negara di APAC yang menerbitkan aturan-aturan serupa yang mengatur atau membatasi lalu lintas data secara lintas batas, umumnya informasi di sektor publik. Merespons akan hal ini, seperitnya perusahaan perlu mempertimbangkan untuk membangun lebih banyak data center di dalam negeri guna menghadirkan layanan yang lebih baik kepada pelanggan dalam negeri.
Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa dengan membangun data di dalam negeri tidak lantas akan membuat data aman dengan sendirinya. Pengguna individu dan korporasi saat ini makin terkoneksi dan hal ini menjadikan mereka rentan terhadap insiden-insiden keamanan global. Dalam beraksi, penjahat siber tak peduli dengan batas Negara .Ke depan, perusahaan perlu untuk makin jeli memantau setiap data ,utamanya di kawasan-kawasan yang ramai terkoneksi, seperti kawasan ASEAN.
5. Masa depan cloud telah tiba.
Makin banyak bisnis yang memanfaatkan containers (contohnya, virtualisasi sistem operasi) dalam mendukung tercapainya efisiensi, konsistensi, dan pemangkasan biaya di perusahaan. Namun, bila container tidak dikonfigurasikan dengan tepat, ada bahaya yang meghadang. Membuat perusahaan malah jadi rentan terhadap upaya-upaya pengintaian siber.
Penerapan kebijakan dan firewalls yang tepat di jaringan dapat mencegah tereksposnya sumber-sumber daya perusahaan ke luar. Selain itu, peranti keamanan cloud mampu memberikan peringatan dini akan adanya risiko keamanan di infrastruktur cloud mereka.
Pengadopsian keamanan cloud juga bukan tanpa tantangan sama sekali. Riset yang dilakukan oleh Ovum bersama dengan Palo Alto Networks mengenai Asia-Pacific Cloud Security Study mengemukakan bahwa 80% perusahaan besar melihat keamanan dan privasi data dianggap sebagai salah satu kendala terbesar dalam pengadopsian cloud di lingkungan perusahaan
ANTIVIRUS

Comodo Antivirus merupakan perangkat lunak yang bagus, jika kita membandingkannya dengan perangkat lunak keamanan gratis lainnya.
Comodo Antivirus untuk Windows menawarkan perlindungan penuh dan fitur dasar yang dapat kita bandingkan dengan pesaing freeware: perlindungan firewall, Mode Game - ini menekan operasi yang dapat mengganggu pengalaman bermain pengguna seperti peringatan, pembaruan basis data virus atau pemindaian terjadwal, sebuah Comodo Dragon mengamankan browser Web yang dikenal sebagai "versi Chrome yang lebih cepat dan stabil, pengiriman seret dan jatuhkan aplikasi yang mencurigakan untuk analisis dan widget desktop yang berguna yang mencakup ikon tugas umum untuk meluncurkan tugas, peramban populer, dan sosial situs media
Layanan yang diberikan :
  • Analisis berbasis cloud dari file yang mencurigakan mencegah PC Anda dari semua jenis masalah.
  • Sangat mudah untuk menggunakan interface
  • Sangat cepat scan PC Windows anda
  • Ini mengisolasi semua file yang mencurigakan yang menghilangkan kemungkinan kontaminasi file PC Anda
  • Terus diperbarui dengan tanda tangan virus terbaru
  • Menawarkan keamanan firewall yang mengamankan Anda dari situs yang mencurigakan
  • Meliputi perlindungan dari sumber infeksi "semua" seperti email, permainan, IM, dll
  • Perlindungan cerdas secara otomatis kotak pasir tidak diketahui dan file yang mencurigakan
  • Memberikan perlindungan penuh terhadap virus dan malware
  • Amankan detail Anda saat berbelanja online
  • Menawarkan help desk bantuan 24/7 Comodo Antivirus
  • Sediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan antivirus
  • Hapus file yang mencurigakan yang sedang berjalan di komputer Windows Anda
  • Tawarkan semua layanan ini secara gratis
  • Sangat mudah untuk setup pada PC Windows Anda

Fitur Premium (Internet Security dan Endpoint Security ) Dari Comodo Antivirus
  • Fitur fitur Comodo antivirus internet security dan endpoint security

Kelebihan Antivirus Comodo:
  • Menyediakan perlindungan lengkap terhadap virus, malware, dan ancaman lainnya
  • Terus diperbarui untuk memberikan perlindungan dari virus baru
  • Bisa memindai memori PC setelah komputer pertama kali dinyalakan
  • Comodo Antivirus mencakup serangkaian mesin pendeteksi virus, spyware, rootkit, dan malware lainnya
  • Tawarkan "Game Mode" (deteksi diam dari ancaman)
  • Dukung Windows 10/8/7 / Vista / XP
  • Selain itu, dukung versi Windows 64-bit
  • Menawarkan keamanan firewall untuk memberi perlindungan kepada dunia maya
  • Tawarkan semua layanan secara gratis tanpa uang
  • Menyediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan setup, untuk browsing aman
  • Jika Anda menginginkan hasil dan kinerja optimal dengan perangkat lunak dan paket Comodo, Anda harus memastikan bahwa PC Anda sesuai dengan persyaratan sistem minimum, seperti: Windows XP, Vista, 7, 8 atau 10.
  • Semua kebutuhan di atas memerlukan versi Internet Explorer 5.1 atau yang lebih baru, RAM yang tersedia 152 MB, dan 400 MB ruang hard disk.
  • Jika Anda memiliki Windows XP, Anda memerlukan 256 MB RAM yang tersedia, dan 210 MB ruang hard disk
  • Pengguna Mac akan memerlukan platform perangkat keras Mac Intel x86_64 dan sistem operasi MAC OS X 10.9x atau 10.10.x.
Mereka memiliki paket Linux dan Antivirus Cloud yang berbeda dengan persyaratan berbeda yang terbaik untuk dilihat di situs untuk semua opsi dan varians. Dasar-dasar adalah bahwa Anda memerlukan CPU 2 GHz, RAM 2 GB, dan ruang disk 40 GB.
Tampilan programnya pun menggunakan sistem tab serta konfigurasinya mudah dihapal. Pada tab “Summary” ditampilkan status dari modul Firewall dan Defense+, pengguna bisa mereview jumlah intruksi yang terblokir, jumlah koneksi yang keluar dan masuk serta mengubah level keamanan firewall, lalu dibawahnya pada modul Defense+ ditampilkan jumlah akses yang diblokir, jumlah proses yang berjalan, review file yang perlu dikonfirmasi tingkat kepercayaannya dan level keamanan Defense+. Di bagian kanan terdapat link Highlights yang membawa pengguna ke website forum COMODO, koneksi yang sedang berjalan dan tips harian.


Konfigurasi untuk modul firewall-nya pun bisa dibilang sangat mudah dan cepat karena tidak bertele-tele. Di dalam tab ini disediakan berbagai macam jalan pintas ke berbagai konfigurasi.

  • View Firewall Events, menampilkan database konfirmasi yang telah ditampilkan agar bisa di-review oleh pengguna,
  • Define a New Trusted Application, memasukkan aplikasi yang dipercaya ke dalam daftar Whitelist agar bisa langsung terkoneksi ke internet tanpa konfirmasi,
  • Define a New Blocked Application, memasukkan aplikasi yang dianggap berbahaya agar tidak terkoneksi ke internet,
  • Stealth Ports Wizard, konfigurasi ini berguna untuk membuat peraturan global dimana mempengaruhi keberadaan sistem terhadap sistem lain,
  • View Active Connections, menampilkan aplikasi-aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara langsung,
  • My Port Set, mengelompokkan setiap port di sistem agar bisa dikonfigurasi untuk manajemen jaringan,
  • My Network Zones, membuat zona jaringan tersendiri agar bisa digunakan dalam situasi tertentu,
  • My Blocked Network Zones, membuat daftar alamat jaringan yang diblokir.
   



Disini pengguna harus terlibat secara langsung dalam setiap prosesnya, dikarenakan semua konfirmasi yang muncul membutuhkan “izin” dari pengguna untuk memberi respon “Allow” atau “Block”. Pada COMODO Defense+ terdapat 9 fitur yang bisa dikonfigurasi oleh pengguna.

  • View Defense+ Events, menampilkan daftar konfirmasi – konfirmasi yang telah ditampilkan sebelumnya dan semua respon yang telah dilakukan oleh Defense+,
  • My Protected Files, pengguna dapat memasukkan direktori folder tertentu yang ingin dilindungi dari perubahan yang tidak berhak,
  • My Blocked Files, memasukkan direktori  file yang ingin dikunci total dan diblokir dari segala akses,
  • My Pending Files, daftar file – file yang memerlukan konfirmasi dari adminstrator,
  • My Own Safe Files, disini pengguna bisa memasukkan file – file yang dianggap terpercaya sehingga nantinya tidak perlu konfirmasi saat mau dijalankan,
  • View Active Process List, menampilkan daftar proses yang berjalan dan termasuk alamat IP yang dihubungi,
  • My Trusted Software Vendors, daftar software yang terpercaya dimana mengacu pada Digital Signature dari masing – masing file EXE,
  • My Protected Registry Keys, fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan entri registri yang ingin dilindungi dari modifikasi yang tidak berhak,
  • My Protected COM Interfaces, melindungi interkoneksi COM dari perubahan dan manipulasi dari proses yang mencurigakan (malware).
Konfirmasi dari COMODO Firewall dan Defense+ pun sangat mudah dipahami, sehingga disini pengguna hanya memerlukan melakukan beberapa klik mouse untuk merespon dari konfirmasi yang muncul.

  

Dari menu drop down yang ada tinggal dipilih untuk aplikasi yang sesuai (untuk modul Firewall), sedangkan untuk modul Defense+ juga harus sesuai dengan aplikasi yang bersangkutan. Centang “Remember my answer” agar tidak diberi konfirmasi kedepannya sehingga cocok untuk program yang terinstall permanen
REFERENSI




Jumat, 27 Maret 2020

PENJADWALAN PROSES


Penjadwalan Proses

Ø  Definisi
Kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.
Penjadwalan bertugas memutuskan hal-hal berikut :
  • Proses yang harus berjalan
  • Kapan dan selama berapa lama proses berjalan
Sasaran atau tujuan utama penjadwalan proses optimasi kinerja menurut kriteria tertentu. dimana kriteria untuk mengukur dan optimasi kerja penjadwalan antara lain :
  • Agar semua pekerjaan memperoleh pelayanan yang adil (firness).
  • Agar pemakaian prosesor dapat dimaksimumkan.
  • Agar waktu tanggap dapat diminimumkan.
  • Agar pemakaian sumber daya seimbang.
  • Turn arround time, waktu sejak program masuk ke system sampai proses selesai.
  • Efesien, proses tetap dalam keadaan sibuk tidak menganggur.
  • Agar terobosan (thoughput) dapat dimaksimumkan.
Ø  Kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan
  1. Adil (fairness)
  2. Efisiensi
  3. Waktu Tanggap (response time)
  4. Turn arround Time
  5.  Troughput
1.  Adil(fairness)
Proses-proses diperlakukan sama yaitu mendapat jatah waktu layanan pemroses yang sama dan tidak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami startvation.
Startvation adalah kondisi bahwa proses tidak pernah berjalan karena tidak dijadwalkan untuk berjalan. Sasaran penjadwalan seharusnya menjamin setiap proses mendapat pelayanan dari pemroses secara adil.
2.  Efisiensi
Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses dengan total waktu operasi sistem komputer secara keseluruhan.
Sasaran penjadwalan adalah menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga efisiensi sistem komputer mencapai nilai maksimum. Keadaan sibuk berarti pemroses tidak menganggur. Layanan pemroses termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi program pemakai dan layanan sistem operasi secara efektif, bukan untuk melakukan penjadwalan itu sendiri.

3.  Waktu tanggap ( response time)
Waktu tanggap berbeda untuk :
  • Sistem interaktif
Waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan oleh program atau transaksi sampai hasil pertama muncul di jperangkat masukan keluaran seperti layar (terminal).Waktu tanggap untuk sistem interaktif biasa disebut terminal responce time.
  • Sistem waktu nyata (real time)
Pada sistem waktu nyata, waktu tanggap didefinisikan sebagai waktu dari saat kemunculan suatu kejadian (internal/eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan terhadap kejadian dieksekusi. Waktu untuk sistem waktu nyata biasa disebut event response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap sehingga menghasilkan sistem yang responsif.
4.  Turn arround Time

Waktu yang dihabiskan dari saat proses atau job mulai masuk ke sistem sampai proses itu diselesaikan sistem.Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan proses berada di sistem, diekspresikan sebagai penjumlahan waktu eksekusi (waktu layanan proses/job) dan waktu menunggu dari proses itu, yaitu :
Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn arround time.
5.  Troughput
Troughput adalah jumlah kerja yang dapat diselsesaikan selama satu selang/ unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah proses/job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/ interval waktu tertentu.
Sasaran penjadwalan adalah memaksimalkan jumlah job/ proses yang dilayani per satu interval waktu. Lebih tinggi angka througput maka lebih banya kerja yang dilakukan sistem.
Kriteria tsb saling bergantung dan dapat saling bertentangan sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan.

Ø  Tipe – Tipe Penjadwalan
1)      Penjadwal jangka pendek (short term scheduller)
Bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready di memori utama Penjadwalan dijalankan setiap terjadi pengalihan proses untuk memilih proses berikutnya yang harus dijalankan.

2)      Penjadwal jangka menengah (medium term scheduller)
Setelah eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin menunda sebuah eksekusi karena membuat permintaan layanan masukan/keluaran atau memanggil suatu system call. Proses-proses tertunda tidak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisi-kondisi yang menyebabkan tertunda dihilangkan. Agar ruang memori dapat bermanfaat, maka proses dipindah dari memori utama ke memori sekunder agar tersedia ruang untuk proses-proses lain. Kapasitas memori utama terbatas untuk sejumlah proses aktif. Aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. Proses-proses mempunyai kepentingan kecil saat itu sebagai proses yang tertunda. Tetapi, begitu kondisi yang membuatnya tertunda hilang dan dimasukkan kembali ke memori utama dan ready.
3)      Penjadwal jangka panjang (long term scheduller)
          Penjadwal ini bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus dieksekusi. Batch biasanya adalah proses-proses dengan penggunaan sumber daya yang intensif (yaitu waktu pemroses, memori, masukan/keluaran), program-program ini berprioritas rendah, digunakan sebagai pengisi (agar pemroses sibuk) selama periode aktivitas job-job interaktif rendah.
Ø Strategi Penjadwalan
  1. Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion). Begitu proses diberi jatah layanan pemroses aka pemroses tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai. Non-preemptive juga disebut run-to-completion karena proses yang telah dijadwalkan akan dijalankan sampai selesainya atau proses tersebut meminta layanan masukan/keluaran.
  2. Penjadwalan preemptive. Saat proses diberi jatah layanan pemroses maka pemroses dapat diambil alih proses lain yang mempunyai prioritas lebih tinggi berdasarkan kriteria sistem itu. Pada penjadwalan preemptive, proses dapat disela oleh proses lain sebelumnya selesainya dan harus dilanjutkan menunggu jatah waktu layanan pemroses tiba kembali pada proses itu. Proses yang disela berubah menjadi state Ready.
Penjadwalan preemptive berguna pada sistem yakni proses-proses yang perlu mendapat perhatian/ tanggapan pemroses secara cepat. Misalnya :
    • Pada sistem-sistem waktu nyata, kehilangan interupsi (yaitu interupsi tidak segera dilayani) dapat berakibat fatal
    • Pada sistem-sistem interatif timesharing, penjadwalan preemptive penting agar dapat menjamin waktu tanggap yang memadai.
Peralihan proses (yaitu layanan pemroses dari satu proses beralih ke proses lain) memerlukan overhead (karena banya tabel yang dikelola). Agar penjadwalan preemptive menjadi efektif, banyak proses harus berada di memori utama sehingga proses-proses tersebut dapat segera Running begitu diperlukan. Menyimpan banyak proses yang tidak Running di memori utama merupakan suatu overhead tersendiri.
Ø ALGORITMA PENJADWALAN PROSES
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi nonpreemptive diantaranya :
  1.  FIFO (First-In, First-Out) atau FCFS (First-Come, First-Serve)
  2. SJF (Shortest Job First)
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi preemptive diantaranya :
  1. RR (Round-Robin)
  2. MFQ (Multiple Feedback Queues)
  3. SRF (Shortest-Remaining-First)
  4. HRN (Highest-Remaining-Next)
  5. PS (Priority Schedulling)
  6. GS (Guaranteed Schedulling)
Klasifikasi lain selain berdasarkan dapat/tidaknya suatu proses diambil alih secara paksa adalah klasifikasi yang berdasarkan adanya prioritas diproses-proses, yaitu :
  1. Algoritma penjadwalan tanpa berprioritas
  2. Algoritma penjadwalan berprioritas, terdiri dari :
    • Algoritma penjadwalan berprioritas statis
    • Algoritma penjadwalan berprioritas dinamis
Algoritma-Algoritma Penjadwalan Proses
  1. Penjadwalan Round-Robin (RR)
  2. Penjadwalan FIFO (FIFO)
  3. Penjadwalan Berprioritas (PS)
  4. Penjadwalan yang Terpendek yang Lebih Dahulu (SJF)
  5. Penjadwalan dengan Banyak Antrian (MFQ)
  6. Penjadwalan dengan Sisa Waktu Terpendek, Lebih Dahulu (SRF)
  7. Penjadwalan Rasio Tanggapan Tertinggi, Lebih Dahulu(HRN)
  8. Penjadwalan Terjamin (GS)
a.        Penjadwalan FIFO
Penjadwalan FIFO merupakan :
  • Penjadwalan non preemptive (run-to-completion)
  • Penjadwalan tidak berprioritas
Penjadwal FIFO adalah penjadwalan dengan ketentuan-ketentuan paling sederhana, yaitu :
  • Proses-proses diberi jatah waktu pemroses diurutkan berdasarkan waktu kedatangan proses-proses itu ke sistem.
  • Begitu proses mendapat jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai
Penjadwalan ini dikatakan adil dalam arti resmi, tapi dikatakan tidak adil karena proses yang memerlukan waktu lama membuat proses pendek menunggu. Proses tidak penting dapat membuat proses penting menjadi menunggu.
FIFO jarang digunakan secara mandiri tapi dikombinasikan dengan skema lain, misalnya keputusan berdasarkan prioritas proses, sedangkan untuk proses berprioritas sama diputuskan berdasarkan FIFO.
Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan :
  • Fairness, penjadwalan FIFO adil dalam arti resmi
  • Efisiensi, FIFO sangat efisien dalam penggunaan pemroses
  • Waktu tanggap, penjadwalan sangat tidak memuaskan karena proses dapat menunggu lama. Tidak cocok untuk sistem interaktifTurn arround time, penjadwalan FIFO tidak bagus
  •  Throughput, penjadwalan FIFO tidak bagus.
Contoh : ada 3 proses P1, P2, P3 dengan lama waktu kerja CPU (CPU Burst-time) masing-masing sbb

PROSES
BUST-TIME
P1
24
P2
3
P3
3

i)     Jika proses datang dengan urutan P1, P2, P3 dan dilayani dengan algoritma FIFO maka dapat digambarkan Gantt Chart-nya : 
Waktu tunggu P1 : 0 milidetik, P2 : 24, P3: 27
Rata-rata waktu tunggu (Average Waiting Time / AWT) : (0+24+27)/3 = 17 milidetik

ii)        Jika waktu kedatangan proses adalah P3, P2, P1 maka Gantt Chartnya adalah :
AWT = (0+3+6)/3 = 3 milidetik

iii) Menentukan Turn Around Time

Turn around time (waktu penyelesaian) P1 adalah 24, P2 = 27, P3 = 30, maka rata-rata turn around time = (24+27+30)/3 = 27 milidetik

b.      Penjadwalan SJF
Penjadwalan SJF ini merupakan
  • Penjadwalan non preemptive
  • Penjadwalan dapat dikatakan sebagai berprioritas. Di SJF, prioritas diasosiasikan dengan masing-masing proses dan pemroses dialokasikan ke proses dengan prioritas tertinggi. Proses-proses dengan prioritas yang sama akan dijadwalkan secara FIFO.
Penjadwalan ini mengasumsikan waktu jalan proses (sampai selesai) atau waktu lamanya proses diketahui sebelumnya. Mekanisme penjadwlan SJF adalah lebih dulu menjadwalkan proses dengan waktu jalan terpendek sampai selesai. Setelah proses itu selesai, maka proses dengan waktu jalan terpendek berikutnya dijadwalkan. Demikian seterusnya.
Keunggulan : penjadwalan SJF mempunyai efisiensi tinggi dan turn arround time rendah.
Contoh : Terdapat 4 proses A,B,C,D dengan waktu jalan selama 8,7,6,5 kwanta.
Gambar (a) menunjukkan penjadwalan cara I, dengan proses-proses dijadwalkan berurutan sebagai A,B,C,D. Gambar (b) menujukkan bila proses dijadwalkan secara SJF yaitu berurutan D,C,B,A.

Kedua cara menghasilkan turn arround time yang ditunjukkan pada gambar (c). Cara I turn arround time rata-rata adalah 17,5 kwanta, sedangkan cara II adalah 15 kwanta
Walaupun mempunyai turn arround yang bagus, SJF mempunyai masalah, yaitu
  • Tidak dapat mengetahui ukuran proses saat proses masuk
  • Proses tidak datang bersamaan sehingga penetapannya harus dinamis
Untuk mengetahui ukuran lama proses agar dapat ditetapkan yang terpendek, biasanya dilakukan dengan cara pendekatan. Pendekatan yang biasa dilakukan adalah dengan membuat estimasi berdasarkan perilaku historis sistem. Merupakan kajian teoritis untuk pembandingan dalam pembandingan turn arround time.
Contoh :


PROSES
BUST-TIME
P1
6
P2
8
P3
7
P4
3
i)        Gantt Chart :
Nilai waktu tunggu : P1 = 3 milidetik, P2 = 16 milidetik, P3 = 9 milidetik, P4 = 0 milidetik
AWT : (3+16+9+0) / 4 = 7 milidetik
ii)      Contoh menentukan Turn Around Time

iii)    Contoh menentukan AWT untuk SJF nonpreemptive:

A = 0 milidetik
B = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 8-2 = 6 milidetik
C = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 7-4 = 3 milidetik 
D = waktu mulai dilayani – waktu saat tiba = 12-5 = 7 milidetik
AWT : (0+6+3+7) / 4 = 4 milidetik

iv)      Contoh menentukan AWT untuk SJF preemptive

A = 0 + (11-2) = 9 milidetik
B = 0 + (5-4) = 1 milidetik
C = 0 milidetik
D = 7-5 = 2 milidetik 
AWT : (9+1+0+2) / 4 = 3 milidetik.
v)   Menentukan Turn Around Time


Penjadwalan Round Robin
Penjadwalan Round Robin merupakan
  • Penjadwalan Preemptive, namun proses tidak di-preempt secara langsung oleh proses lain, namun oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya suatu proses. Maka penjadwalan ini disebut preempt-by-time
  • Penjadwalan tanpa prioritas
Semua proses dianggap penting dan diberi jumlah waktu pemroses yang disebut kwanta (quantum) atau time-slice tempat proses tsb berjalan. Proses berjalan selama 1 kwanta, kemudian penjadwal akan mengalihkan kepada proses berikutnya juga untuk berjalan satu kwanta, begitu seterusnya sampai kembali pada proses pertama dan berulang.
Ketentuan algoritma round robin adalah sbb :
  1. Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka proses Runing menjadi Ready dan pemroses dialihkan ke proses lain
  2. Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu kejadian (misalnya menunggu selesainya suatu operasi I/O), maka proses Running menjadi Blocked dan pemroses dialihkan ke proses lain.
  3. Jika kwanta belum habis tapi proses telah selesai maka proses Running itu diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain
Algoritma penjadwalan ini dapat diimplementasi sbb :
  • Sistem mengelola senarai proses Ready sesuai urutan kedatangannya
  • Sistem mengambil proses yang berada di ujung depan antrian Ready menjadi Running
  • Bila kwanta belum habis dan proses selesai maka sistem mengambil proses di ujung depan antrian proses Ready
  • Jika kwanta habis dan proses belum selesai maka ditempatkan proses Running ke ekor antrian proses Ready dan sistem mengambil proses di ujung depan antrian proses Ready
Masalah penjadwalan ini adalah dalam hal menentukan besar kwanta, yaitu :
  • Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar dan turn arround time rendah
  • Kwanta terlalu kecil mengakibatkan peralihan proses terlalu banyak sehingga menurunkan efisiensi pemroses
Harus diterapkan besar kwanta waktu yang optimal berdasarkan kebutuhan sistem, terutama dari hasil percobaan atau data historis dari sistem. Besar kwanta waktu beragam yang bergantung beban sistem.
Berdasarkan kriteria penilaian penjadwalan
  • Fairness, penjadwalan RR adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh pemroses
  • Efisiensi, penjadwalan ini cenderung efisien pada sistem interatif
  • Respons Time(waktu tanggap), penjadwalan ini memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memadai untuk sistem waktu nyata.Turn arround Time, penjadwalan RR cukup bagus
  •  Throughput, penjadwlan RR cukup bagus
                                i.            Contoh : kumpulan proses datang pada waktu 0

Quantum 4 milidetik
-        P1 mendapat 4 milidetik pertama
-        20 milidetik berikutnya akan disela P2 dan P3

                              ii.            Gambar Gantt Chart 

Waktu tunggu tiap proses


AWT : (6+4+7)/3 = 5,66 milidetik


                            iii.            Contoh : Menentukan Turn Around Time untuk quantum waktu (q) = 3



Penjadwal dengan Banyak Antrian (MFQ)
Penjadwalan MFQ ini merupakan
  • Penjadwalan preemptive
  • Penjadwalan berprioritas dinamis
Sasaran penjadwalan ini adalah untuk mencegah banyaknya aktivitas swapping. Cara yang dilakukan adalah dengan
  1. Proses-proses yang sangat banyak menggunakan pemroses (karena menyelesaikan tugasnya memakan waktu yang lama) diberi jatah waktu (jumlah kwanta) lebih banyak dalam satu waktu.
  2. Penjadwalan ini menghendaki kelas prioritas bagi proses-proses yang ada. Kelas tertinggi berjalan selama satu kwanta, kelas berikutnya berjalan selama dua kwanta, kelas berikutnya lagi berjalan empat kwanta, kelas berikutnya-berikutnya lagi berjalan delapan kwanta dan seterusnya.
Ketentuan yang berlaku adalah sebagai berikut :
  • Jalankan proses-proses yang berada pada kelas prioritas tertinggi
  • Jika proses telah menggunakan seluruh kwanta yang dialokasikan maka proses itu diturunkan kelas prioritasnya
  • Proses yang masuk untuk pertama kali ke sistem langsung diberi kelas tertinggi
Penjadwalan dengan Sisa Waktu Terpendek, Lebih Dahulu (SRF)
Penjadwalan ini merupakan
  • Penjadwalan preemptive
  • Penjadwalan berprioritas dinamis
Penjadwalan SRF merupakan perbaikan dari SJF, SJF merupakan penjadwalan nonpreemptive sedang SRF adalah preemptive yang dapat digunakan untuk sistem timesharing.
Pada SRF, proses dengan sisa waktu jalan diestimasi terendah dijalankan, termasuk proses-proses yang baru tiba.
Perbedaan SRF dengan SJF
  • Pada SJF, begitu proses dieksekusi, proses dijalankan sampai selesai
  • Pada SRF proses yang sedang berjalan (Running) dapat diambil alih oleh proses baru dengan sisa waktu jalan yang diestimasi lebih rendah
SRF mempunyai overhead yang lebih besar dibanding SJF. SRF memerlukan penyimpanan waktu layanan yang telah dihabiskan proses dan kadang-kadang harus menangani peralihan.
  • Tibanya proses-proses kecil akan segera dijalankan
  • Proses-proses lebih lama berarti dengan lama dan variasi waktu tunggu lebih lama dibanding dengan SJF
Secara teoretis, SRF memberi waktu tunggu minimum tapi karena adanya overhead peralihan, maka pada situasi tertentu SJF bisa memberi kinerja yang lebih baik dibanding SRF.
Penjadwalan Rasio Tanggapan Tertinggi, Lebih Dahulu (HRN)
Penjadwalan HRN ini merupakan :
  • Penjadwalan non preemptive
  • Penjadwalan berprioritas dinamis
Penjadwalan ini juga untuk mengkoreksi kelemahan SJF. HRN adalah strategi penjadwalan non preemptive dengan prioritas proses tidak hanya merupakan fungsi dari waktu layanan, tapi juga jumlah waktu tunggu proses. Prioritas dinamis HRN dihitung berdasarkan rumus berikut :
Prioritas = (waktu tunggu + waktu layanan) / waktu layanan
Karena waktu layanan muncul sebagai pembagi maka proses yang lebih pendek mempunyai prioritas yang lebih baik. Karena waktu tunggu sebagai pembilang maka proses yang telah menunggu lebih lama juga mempunyai kesempatan lebih bagus untuk memperoleh layanan pemroses.
Disebut HRN (High respons next) karena waktu tanggap adalah (waktu tunggu + waktu layanan). Ketentuan HRN berarti agar memperoleh waktu tanggap tertinggi yang harus dilayani.
Penjadwalan Berprioritas (ps)
Gagasan penjadwalan adalah masing-masing proses diberi prioritas dan proses berprioritas tertinggi menjadi Running (yaitu mendapat jatah waktu pemroses).
Prioritas dapat diberikan secara
  • Prioritas statis (static priorities), prioritas tak berubah.
keunggulan : Mudah diimplementasikan dan mempunyai overhead relatif kecil
kelemahan : penjadwalan prioritas statis tidak tanggap perubahan lingkungan yang mungkin menghendaki penyesuaian prioritas
  • Prioritas dinamis (dynamic priorities), mekanisme menanggapi perubahan lingkungan sistem saat beroperasi di lingkungan nyata. Prioritas awal yang diberikan ke proses mungkin hanya berumur pendek. Dalam hal ini sistem dapat menyesuaikan nilai prioritasnya ke nilai yang lebih tepat sesuai lingkungan.
keunggulan :
keunggulan  : waktu system yang bagus
kelemahan : implementsi mekanisme prioritas dinamis lebih kompleks dan mempunyai overhead yang lebih besar dibanding mekanisme prioritas statik.
Contoh  penjadwalan berprioritas                               
Proses-proses yang sangat banyak operasi masukan/keluaran dan menghabiskan kebanyakan waktu proses untuk menunggu selesainya operasi masukan/ keluaran. Proses demikian disebut I/O bound process. Proses-proses ini dapat diberi prioritas sangat tinggi sehingga begitu proses-proses memerlukan pemroses, segera saja diberikan dan proses akan segera memulai permintaaan masukan/keluaran berikutnya sehingga menyebabkan proses Blocked menunggu selesainya operasi masukan/keluaran. Dengan demikian pemroses segera dialihkan, dapat dipergunakan oleh proses lain tanpa mengganggu proses I/O bound. Proses I/O bound berjalan paralel bersama proses lain yang benar-benar memerlukan pemroses.
Proses-proses yang sangat banyak operasi masukan/keluaran jika harus menunggu lama untuk memakai pemroses(karena diberi prioritas rendah) hanya akan membebani memori, karena sistem harus menyimpan tanpa perlu proses-proses itu di memori karena tidak selesai-selesai menunggu operasi masukan/keluaran dan menunggu jatah pemroses.
Algoritma Prioritas Dinamis
Algoritma ini dituntun oleh keputusan untuk memenuhi kebijaksanaan tertentu yang menjadi tujuan sistem komputer.
Algoritma sederhana yang memberi layanan yang baik adalah dengan menge-set proses dengan prioritas berdasarkan rumus nilai 1/f bahwa f adalah rasio kwanta terakhir yang digunakan proses.
  • Proses yang menggunakan 2 milidetik, kwanta 100 ms maka prioritasnya 50
  • Proses yang berjalan selama 50 milidetik sebelum Blocked berprioritas 2
  • Proses yang menggunakan seluruh kwanta berprioritas 1
Kebijaksanaan yang diterapkan adalah jaminan proses-proses mendapat layanan yang adil dari pemroses dalam arti jumlah waktu pemroses yang sama untuk masing-masing pemroses pada satu waktu.
Biasanya memenuhi kebijaksanaan yang ingin mencapai level maksimal berdasarkan suatu kriteria tertentu di sistem.
Algoritma penjadwalan berprioritas dapat dikombinasikan yaitu dengan mengelompokkan proses-proses menjadi kelas-kelas prioritas. Penjadwalan berprioritas diterapkan antar kelas- kelas proses itu. Penjadwlan round-robin atau penjadwalan FIFO diterapkan pada proses-proses di dalam satu kelas.
=====================================================================
Contoh : ada 5 proses P1,P2,P3,P4,P5
Gantt Chart

Waktu tunggu untuk tiap tiap prose :
proses
Waiting time
P1
6
P2
0
P3
16
P4
18
P5
1
AWT = (6+0+16+18+1) = 8,2 ms


Penjadwalan Terjamin (GS)
Penjadwal GS ini adalah
  • Penjadwalan preemptive
  • Penjadwalan berprioritas dinamis
Penjadwalan ini berupaya memberi masing-masing pemakai daya pemroses yang sama. Jika terdapat N pemakai maka tiap pemakai diupayakan mendapat 1/N daya pemroses. Sistem merekam banyak waktu pemroses yang telah digunakan proses sejak login dan jumlah waktu proses yang digunakan seluruh proses.
Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses telah diperuntukkan proses itu.
Penjadwal akan menjalankan proses dengan rasio terendah sampai rasio proses diatas pesaing terdekatnya.
Evaluasi Algoritma
Bagaimana memilih algoritma penjadwalan untuk sistem tertentu? Masing-masing algoritma mempunyai parameter-parameter tersendiri. Pemilihan algoritma penjadwalan merupakan hal yang sulit. Persoalan pertama adalah mendefinisikan kriteria untuk pemilihan algoritma.
Kriteria-kriteria yang sering digunakan adalah fairness (keadilan), efisiensi, waktu tanggap, turn arround time dan throughput. Kriteria kemudian dapat menjadi :
  • Memaksimumkan utilisasi pemroses dengan konstrain waktu tanggap maksimum adalah 500 milidetik, atau
  • Memaksimumkan throughput bahwa turn arround time adalah berbanding linier dengan waktu eksekusi total.
Begitu kriteria pemilihan telah didefinisikan, kita dapat mengeveluasi beragam algoritma. Terdapat sejumlah metode evaluasi untuk melakukan hal ini, yaitu :
  1. Pemodelan deterministis, merupakan evaluasi analitis. Evaluasi analitis menggunakan algoritma dan beban kerja sistem untuk menghasilkan satu rumus atau angka yang menunjukkan kinerja algoritma untuk beban kerja itu. Pemodelan deterministik menggunakan suatu beban kerja tertentu yang telah ditentukan dan mendefinisikan kinerja algoritma untuk beban kerja itu.
  2. Pemodelan antrian, sistem komputer dipandang sebagai satu jaringan pelayanan (server). Masing-masing pelayan mempunyai satu antrian dari proses-proses yang menunggu layanan. Pemroses adalah satu pelayan dengan satu antrian proses yang siap menerima layanan, begitu juga perangkat I/O adalah antrian perangkat. Dengan mengetahui rate kedatangan dan rate layanan, maka kita dapat mengkomputasi utilisasi, panjang antrian rata-rata, waktu tunggu rata-rata dsb. Bidang studi ini adalah analisis jaringan antrian (queueing network analys).
  3. Simulasi, simulasi dapat memberikan evaluasi algoritma penjadwalan dengan lebih akurat. Simulasi melibatkan pemrograman model sistem komputer. Dengan simulasi akan diperoleh statistik yang menyatakan kinerja algoritma.
  4. Implementasi, simulasi pun hanya memberikan akurasi yang terbatas. Satu-satunya cara paling akurat dalam mengevaluasi algoritma penjadwalan adalah mengimplementasikannya, menjalankannya pada sistem nyata dan melihatnya bekerja. Pendekatan ini adalah menjalankan algoritma nyata di sistem nyata untuk keperluan evaluasi pada beban atau kondisi operasi yang nyata.
Pembentukan Proses
Saat komputer berjalan, terdapat banyak proses yang berjalan secara bersamaan. Sebuah proses dibuat melalui system call create-process membentuk proses turunan (child process) yang dilakukan oleh proses induk parent process. Proses turunan tersebut juga mampu membuat proses baru sehingga kesemua proses-proses ini pada akhirnya membentuk pohon proses.
Ketika sebuah proses dibuat maka proses tersebut dapat memperoleh sumber-daya seperti ”waktu CPU”, ”memori”, ”berkas” atau perangkat ”M/K”. Sumber daya ini dapat diperoleh langsung dari Sistem Operasi, dari Proses Induk yang membagi-bagikan sumber daya kepada setiap proses turunannnya, atau proses turunan dan proses induk berbagi sumber-daya yang diberikan Sistem Operasi.
Ada dua kemungkinan bagaimana jalannya (running) proses induk dan turunan berjalan (running). Proses-proses tersebut berjalan secara konkuren atau proses induk menunggu sampai beberapa/seluruh proses turunannya selesai berjalan
Terminasi Proses
          Suatu proses diterminasi ketika proses tersebut telah selesai mengeksekusi perintah terakhir serta meminta sistem operasi untuk menghapus perintah tersebut dengan menggunakan system call exit. Pada saat itu, proses dapat mengembalikan data keluaran kepada proses induk-nya melalui system call wait. Semua sumber-daya yang digunakan oleh proses akan dialokasikan kembali oleh system operasi agar dapat dimanfaatkan oleh proses lain. Suatu proses juga dapat diterminasi dengan sengaja oleh proses lain melalui system call abort. Biasanya proses induk melakukan hal ini pada turunannya. Alasan terminasi tersebut seperti:
  • Turunan melampaui penggunaan sumber-daya yang telah dialokasikan. Dalam keadaan ini, proses induk perlu mempunyai mekanisme untuk memeriksa status turunannya-nya.
  • Task yang ditugaskan kepada turunan tidak lagi diperlukan.
  • Proses induk selesai, dan sistem operasi tidak mengizinkan proses turunan untuk tetap berjalan.
Jadi, semua proses turunan akan berakhir pula. Hal ini yang disebut cascading termination.
Process Control Block (PCB)
Proses Control Block adalah bentuk informasi-informasi lain yang diperlukan sistem operasi untuk mengendalikan dan mengoordinasikan beragam proses aktif dalam suatu proses. Dalam kenyataannya, proses banyak mengalami gangguan dalam menjalankan tugasnya oleh karena itu ada PCB (Proses Control Block) untuk membantu dan memberikan dukungan kepada proses itu.

Setiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block(PCB), juga disebut sebuah control block. PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, seperti status proses, program counter, CPU register, Informasi manajemen memori, informasi pencatatan, informasi status I/O. Berikut adalah gambar diagram PCB.
PENJADWALAN PROSES SISTEM OPERASI SOLARIS

Programmed in
C
OS family
Source model
Initial release
1992
10 10/09 / October 8, 2009; 10 months ago
Availablelanguage(s)
C
Supported platforms
SPARCIA-32x86-64,PowerPC (Solaris 2.5.1 only)
Kernel type
Various
Official website
Solaris menggunakan penjadwalan berdasarkan prioritas dimana yang mempunyai prioritas yang lebih tinggi dijalankan terlebih dahulu. Informasi tentang penjadwalan kernel thread dapat dilihat dengan ps -elcL. Kernel Solaris adalah fully preemtible, artinya semua thread, termasuk thread yang mendukung aktifitas kernel itu sendiri dapat ditunda untuk menjalankan thread dengan prioritas yang lebih tinggi.

Gambar penjadwalan solaris
Solaris mengenal 170 prioritas yang berbeda, 0-169. Terbagi dalam 4 kelas penjadwalan yang berbeda:
  1. Real time (RT). Thread di kelas RT memiliki prioritas yang tetap dengan waktu kuantum yang tetap juga. Thread ini memiliki prioritas yang tinggi berkisar antara 100-159. Hal inilah yang membuat proses waktu nyata memiliki response time yang cepat. Proses waktu nyata akan dijalankan sebelum proses-proses dari kelas yang lain dijalankan sehingga dapat menghentikan proses di system class. Pada umumnya, hanya sedikit proses yang merupakan real time class.
  2. System (SYS). Solaris menggunakan system class untuk menjalankan kernel proses, seperti penjadwalan dan paging daemonThreads di kelas ini adalah “bound” threads, berarti bahwa mereka akan dijalankan sampai mereka di blok atau prosesnya sudah selesai. Prioritas untuk SYS threads berkisar 60-99. Sekali dibangun, prioritas dari sistem proses tidak dapat dirubah. System classdialokasikan untuk kernel useuser proses berjalan di kernel mode bukan di system class).
  3. Time Sharing (TS). Time sharing class merupakan default class untuk proses dan kernel thread yang bersesuaian. Time slices masing-masing proses dibagi berdasarkan prioritasnya. Dalam hal ini, prioritas berbanding terbalik dengan time slices-nya. Untuk proses yang prioritasnya tinggi mempunyai time-slices yang pendek, dan sebaliknya proses dengan prioritas yang rendah mempunyai time slices yang lebih panjang. Besar prioritasnya berada antara 0-59. Proses yang interaktif berada di prioritas yang tinggi sedangkan proses CPU-bound mempunyai prioritas yang rendah. Aturan penjadwalan seperti ini memberikan response time yang baik untuk proses yang interaktif, dan troughput yang baik untuk proses CPU-bound.
  4. Interactive (IA). Kelas Interaktif menggunakan aturan yang sama dengan aturan dengan kelas kelas time sharing, tetapi kelas ini memberikan prioritas yang tinggi untuk aplikasi jendela ( windowing application) sehingga menghasilkan performance yang lebih baik. Seperti TS, range IA berkisar 0-59.
Tabel . Solaris dispatch table for interactive and time sharing threads
Priority
Time quantum
Time quantum expired
return from sleep
0
200
0
50
5
200
0
50
10
160
0
51
15
160
5
51
20
120
10
52
25
120
15
52
30
80
20
53
35
80
25
54
40
40
30
55
45
40
35
56
50
40
40
58
55
40
45
58
59
20
49
59
Keterangan:
  1. Priority: prioritas berdasarkan kelas untuk time sharing dan interactive class. Nomor yang lebih tinggi menunjukkan prioritas yang lebih tinggi.
  1. Time quantum: waktu kuantum untuk setiap prioritas. Dapat diketahui bahwa fungsi waktu kuantum berbanding terbalik dengan prioritasnya.
  1. Time quantum expired: Prioritas terbaru untuk thread yang telah habis time slices-nya tanpa diblok. Dapat dilihat dari tabel bahwa thread yang CPU-bound tetap mempunyai prioritas yang rendah.
  1. Return from sleep: Prioritas thread yang kembali dari sleeping(misalnya menunggu dari M/K). Seperti yang terlihat dari tabel ketika M/K berada di waiting thread, prioritasnya berada antara 50-59, hal ini menyebabkan response time yang baik untuk proses yang interaktif.
  1. Fixed Priority (FX). Thread di kelas fixed priority memiliki range prioritas (0-59) yang sama seperti di time-sharing class; tetapi, prioritas mereka tidak akan berubah.
  2. Fair Share Scheduler (FSS). Thread yang diatur oleh FSS dijadwalkan berdasar pembagian sumber daya dari CPU yang tersedia dan dialokasikan untuk himpunan proses-proses (yang dikenal sebagai project). FS juga berkisar 0-59. FSS and FX baru mulai diimplementasikan di Solaris 9.
Seperti yang telah diketahui, setiap kelas penjadwalan mempunyai himpunan dari prioritas-prioritas. Tetapi, penjadwal mengubah class-specific priorities menjadi global priorities kemudian memilih threaddengan prioritas paling tinggi untuk dijalankan. Thread yang dipilih tersebut jalan di CPU sampai thread tersebut (1) di- block, (2) habis time slices-nya, atau (3) dihentikan oleh thread dengan prioritas yang lebih tinggi. Jika ada beberapa thread dengan prioritas yang sama, penjadwal akan menggunakan Round-Robin queue. Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, Solaris terdahulu menggunakan many-to-many model tetapi solaris 9 berubah menggunakan one-to-one model.
PENJADWALAN PROSES SISTEM OPERASI LINUX

Linus Torvalds and many others
Programmed in
OS family
Working state
Current
Source model
2.6.35.3 (August 20, 2010; 3 days ago)[1] [+/−]
2.6.36-rc2 (August 23, 2010; 0 days ago)[2][+/−]
Marketing target
Desktops, servers, embedded devices
Availablelanguage(s)
Multi-lingual
Supported platforms
Kernel type
GNU and others
Officialwebsite
Mulai di versi 2.5, Kernel linux dapat berjalan di berbagai algoritma penjadwalan UNIX tradisional. Dua masalah dengan penjadwal UNIX tradisional adalah tidak disediakannya dukungan yang cukup untuk SMP (symmetric multiprocessor) sistem dan tidak diperhitungkan dengan baik jumlah tasks pada sistem yang berkembang. Dalam versi 2.5, penjadwal memeriksa dengan teliti hal tersebut, dan sekarang kernel juga menyajikan algoritma penjadwalan yang dapat run dalam waktu yang konstan tidak tergantung dari jumlah tasks dalam sistem. Penjadwal yang baru juga menyediakan peningkatan dukungan untuk SMP, termasuk processor affinity dan load balancing, sebaik dalam menyediakan keadilan dan dukungan terhadap interactive tasks.
Penjadwal linux adalah preemptive, algoritmanya berdasarkan prioritas dengan dua range prioritas yang terpisah: real-time range dari 0-99 dan nice value berkisar dari 100-140. Dua range ini dipetakan menjadi global priority scheme dimana nilai yang lebih rendah memiliki prioritas yang lebih tinggi. Tidak seperti penjadwal yang lain, Linux menetapkan prioritas yang lebih tinggi memiliki waktu kuantum yang lebih panjang dan prioritas yang lebih rendah memiliki waktu kuantum yang lebih pendek.
Linux mengimplementasikan real time scheduling seperti yang didefinisikan oleh POSIX 1.b: First Come First Served dan Round Robin. Sistem waktu nyata( real time)diberikan untuk task yang prioritasnya tetap. Sedangkan task yang lainnya memiliki prioritas yang dinamis berdasakan nice values ditambah atau dikurangi dengan 5. Interaktifitas sebuah task menentukan apakah nilai 5 tersebut akan ditambah atau dikurangi dari nice value. Task yang lebih interaktif mempunyai ciri khas memiliki sleep times yang lebih lama dan karena itu maka ditambah dengan -5, karena penjadwal lebih menyukaiinteractive task. Hasil dari pendekatan ini akan membuat prioritas untuk interactive task lebih tinggi. Sebaliknya, task dengan sleep time yang lebih pendek biasanya lebih CPU-bound jadi prioritasnya lebih rendah.

Gambar . Hubungan antara prioritas dan waktu kuantum
Task yang berjalan memenuhi syarat untuk dieksekusi oleh CPU selama time slice-nya masih ada. Ketika sebuah task telah kehabisan time slice-nya, maka task tersebut akan expired dan tidak memenuhi syarat untuk dieksekusi lagi sampai semua task yang lain sudah habis waktu kuantumnya. Kernel mengatur daftar semua task yang berjalan di runqueue data structure. Karena dukungan Linux untuk SMP, setiap prossesor mengatur runqueue mereka sendiri dan penjadwalan yang bebas. Setiap runqueue terdiri dari dua array prioritas – active dan expiredActive array terdiri dari semua task yang mempunyai sisa waktu time slices, dan expired array terdiri dari task yang telah berakhir. Setiap array prioritas ini memiliki daftar task indexed berdasakan prioritasnya. Penjadwal memilih task dengan prioritas paling tinggi di active array untuk dieksekusi dalam CPU. Di mesin multiprossesor, ini berarti setiap prossesor menjadwalkan prioritas paling tinggi dalam runqueue structure masing-masing. Ketika semua tasktelah habis time slices-nya (dimana, active array-nya sudah kosong), dua array prioritas bertukar; expired array menjadi active array, dan sebaliknya.

Gambar . Daftar task indexed berdasarkan prioritas
Penghitungan ulang dari task yang memiliki prioritas yang dinamis berlangsung ketika task telah menyelesaikan waktu kuantumnya dan akan dipindahkan ke expired array. Jadi, ketika ada dua larik ( array) ditukar, semua task di array aktif yang baru ditentukan prioritasnya yang baru dan disesuaikan juga time slices-nya.
PENJADWALAN PROSES SISTEM OPERASI WINDOWS XP

Developer
Microsoft Corporation
Release date
RTM: August 24, 2001
Retail: October 25, 2001 (info)
Current version
5.1.2600.5512 Service Pack 3 (x86 SP3) (21 April 2008; 2 years ago) (info)
Source model
Kernel type
Update method
Platform support
Website
Windows XP menggunakan algoritma, prioritas penjadwalan quantum-based berbasis reemptive priority scheduling .
Gambar Proses Pada Windows Xp

Threads dijadwalkan dalam proses, Karena prioritas preemptive algoritma diimplementasikan dengan beberapa queue, dapat dianggap sebagai algoritma multiple feedback-queue . Namun, masing-masing Threads biasanya terbatas pada kelompok kecil dari 5 level prioritas,
Preemption dapat terjadi karena salah satu dari 4 alasan:
·          
    • thread menjadi prioritas lebih tinggi-siap
    • thread berakhir
    • kuantum habis waktu
    • thread melakukan panggilan sistem pemblokiran, seperti untuk I / O, dalam hal ini meninggalkan keadaan ready menjadi keadaan menunggu.
Gambar Quatum pada windows XP
32 tingkat prioritas digunakan, di mana prioritas 31 merupakan prioritas tertinggi dan prioritas 0 adalah prioritas terendah
·          
    • memori manajemen thread: prioritas 0
    • variabel kelas prioritas (1-15)
    • real-time kelas prioritas (16-31)
  • Threads di kelas real-time telah tetap prioritasnya.
  • Threads yang berjalan selalu dengan tingkat prioritas tertinggi.
  • Jika tidak ada thread yang ready, Threads idle dijalankan.
  • Ketika waktu quantum thread habis, prioritasnya diturunkan, tetapi prioritasnya tidak pernah diturunkan terlalu jauh.
Ketika Threads menjadi ready setelah keadaan menunggu, maka diberikan prioritas tertinggi setiap threads dari proses yang terkait dengan program yang saat ini pengguna gunakan diberikan prioritas lebih .