ANCAMAN
SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
Serangan
terus berkembang menyusul perkembangan teknologi di dunia. Para hacker akan
terus memanfaatkan celah keamanan korbannya untuk meraup keuntungan dan mencuri
data pelanggan.
Perusahaan
penyedia solusi keamanan Palo Alto Networks mengemukakan lima prediksi ancaman
siber pada 2020 yang mengincar korporasi dan solusi yang harus diambil
1.
Masalah keamanan di 4G, jadi gambaran persoalan keamanan di 5G nantinya.
Melihat
masih minimnya uji coba penggelaran 5G yang sukses untuk saat ini, pembangunan
infrastruktur 5G diprediksikan baru akan terjadi secara besar-besaran dalam
kurun waktu 10 tahun ini. Meskipun perjalanan evolusi 5G hadir mengiringi
jaringan 4G yang ada sekarang, era 5G belum akan hadir secara massal dalam
waktu dekat ini.
Sejumlah
negara APAC bahkan baru saja bisa mencicipi teknologi 4G. GSMA memprediksikan
bahwa 4G masih akan menjangkau 68% pengguna perangkat bergerak global di tahun
2025 di kawasan ini. Masih tingginya pengadopsian model LTE di area-area
perdesaan, tak lain karena panjang gelombang yang dipancarkan oleh jaringan 4G
lebih panjang dibandingkan mmWave 5G.
Bila
tantangan ini tidak segera diantisipasi, selain mobile ISP akan menjadi titik
sasaran pada insiden serangan siber di kemudian hari, kemungkinan mereka juga
akan menjadi tempat terbukanya celah vulnerability, seperti pada sistem IoT
yang tak aman.
Pendekatan
keamanan perlu diterapkan sejak dini, melalui tindakan pencegahan, memperkokoh
lapis keamanan melalui penerapan otomatisasi, membangun sistem keamanan yang
kontekstual, serta mengintegrasikan fungsi-fungsi keamanan melalui API.
2.
Potensi masalah di balik kesenjangan jumlah SDM di bidang keamanan siber.
Kebutuhan
akan keamanan siber selalu tak akan pernah dapat terpenuhi selama tidak adanya
perubahan pola pikir yang fundamental. mengatasi persoalan ini: strategi otomatisasi dan mengeksplorasi
seluruh alternatif yang ada untuk mendapatkan sumber daya baru bagi keamanan.
Otomatisasi
menjadi elemen kunci dalam penerapan strategi keamanan siber di masa depan,
karena tidak lagi membutuhkan campur tangan operasi dari manusia. Seluruhnya
dilakukan secara otomatis.
3.
IoT bisa jadi lahan beranjau bagi keamanan.
terjadi
evolusi keamanan pada perangkat IoT, baik untuk personal maupun industri.
Terdapat peningkatan jenis serangan melalui aplikasi tak aman maupun skema
login yang lemah pada beragam perangkat rumahan, dari kamera pantau di luar
rumah yang terkoneksi, hingga sistem pelantang nirkabel.
Ancaman
ini diperparah dengan membanjirnya teknologi deepfake yang bisa digunakan
sebagai sarana untuk membobol pintu akses masuk berbasis suara atau biometrik
pada perangkat terkoneksi.Perangkat terkoneksi perlu ditingkatkan dan
diperbarui lagi kondisinya agar tetap aman. Pemerintah diramalkan akan makin
giat mengeluarkan pedoman dan regulasi keamanan untuk perangkat IoT. Langkah
ini sebenarnya sudah terlebih dulu ditempuh oleh industri dengan dikeluarkannya
sejumlah standar keamanan untuk perangkat IoT, seperti yang tertuang dalam
rancangan standar ISO/IEC 27037.
4.
Batas privasi data makin mengabur.
kuantitas proses-proses legislasi terkait
privasi data di sepanjang tahun 2020 nanti. Seperti Indonesia dan India, kedua
negara tersebut telah menggodok aturan mengenai perlindungan privasi data sejak
beberapa tahun terakhir.
Sejumlah
aturan yang diajukan di sejumlah negara di kawasan juga memperlihatkan adanya
keharusan untuk menempatkan data di dalam negeri; aturan ini sepertinya
didorong oleh kekhawatiran akan privasi dan keamanan data.
Di
Indonesia sendiri, sudah ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71
Tahun 2019 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi
Elektronik. Di tahun 2020, akan makin banyak lagi lembaga pemerintah
negara-negara di APAC yang menerbitkan aturan-aturan serupa yang mengatur atau
membatasi lalu lintas data secara lintas batas, umumnya informasi di sektor
publik. Merespons akan hal ini, seperitnya perusahaan perlu mempertimbangkan
untuk membangun lebih banyak data center di dalam negeri guna menghadirkan
layanan yang lebih baik kepada pelanggan dalam negeri.
Meskipun
demikian, perlu dicatat bahwa dengan membangun data di dalam negeri tidak
lantas akan membuat data aman dengan sendirinya. Pengguna individu dan
korporasi saat ini makin terkoneksi dan hal ini menjadikan mereka rentan
terhadap insiden-insiden keamanan global. Dalam beraksi, penjahat siber tak
peduli dengan batas Negara .Ke depan, perusahaan perlu untuk makin jeli memantau
setiap data ,utamanya di kawasan-kawasan yang ramai terkoneksi, seperti kawasan
ASEAN.
5.
Masa depan cloud telah tiba.
Makin
banyak bisnis yang memanfaatkan containers (contohnya, virtualisasi sistem
operasi) dalam mendukung tercapainya efisiensi, konsistensi, dan pemangkasan
biaya di perusahaan. Namun, bila container tidak dikonfigurasikan dengan tepat,
ada bahaya yang meghadang. Membuat perusahaan malah jadi rentan terhadap
upaya-upaya pengintaian siber.
Penerapan
kebijakan dan firewalls yang tepat di jaringan dapat mencegah tereksposnya
sumber-sumber daya perusahaan ke luar. Selain itu, peranti keamanan cloud mampu
memberikan peringatan dini akan adanya risiko keamanan di infrastruktur cloud
mereka.
Pengadopsian
keamanan cloud juga bukan tanpa tantangan sama sekali. Riset yang dilakukan
oleh Ovum bersama dengan Palo Alto Networks mengenai Asia-Pacific Cloud
Security Study mengemukakan bahwa 80% perusahaan besar melihat keamanan dan
privasi data dianggap sebagai salah satu kendala terbesar dalam pengadopsian
cloud di lingkungan perusahaan
ANTIVIRUS
Comodo
Antivirus merupakan perangkat lunak yang bagus, jika kita membandingkannya
dengan perangkat lunak keamanan gratis lainnya.
Comodo
Antivirus untuk Windows menawarkan perlindungan penuh dan fitur dasar yang
dapat kita bandingkan dengan pesaing freeware: perlindungan firewall, Mode Game
- ini menekan operasi yang dapat mengganggu pengalaman bermain pengguna seperti
peringatan, pembaruan basis data virus atau pemindaian terjadwal, sebuah Comodo
Dragon mengamankan browser Web yang dikenal sebagai "versi Chrome yang
lebih cepat dan stabil, pengiriman seret dan jatuhkan aplikasi yang
mencurigakan untuk analisis dan widget desktop yang berguna yang mencakup ikon
tugas umum untuk meluncurkan tugas, peramban populer, dan sosial situs media
Layanan yang
diberikan :
- Analisis berbasis cloud dari file yang mencurigakan mencegah PC Anda dari semua jenis masalah.
- Sangat mudah untuk menggunakan interface
- Sangat cepat scan PC Windows anda
- Ini mengisolasi semua file yang mencurigakan yang menghilangkan kemungkinan kontaminasi file PC Anda
- Terus diperbarui dengan tanda tangan virus terbaru
- Menawarkan keamanan firewall yang mengamankan Anda dari situs yang mencurigakan
- Meliputi perlindungan dari sumber infeksi "semua" seperti email, permainan, IM, dll
- Perlindungan cerdas secara otomatis kotak pasir tidak diketahui dan file yang mencurigakan
- Memberikan perlindungan penuh terhadap virus dan malware
- Amankan detail Anda saat berbelanja online
- Menawarkan help desk bantuan 24/7 Comodo Antivirus
- Sediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan antivirus
- Hapus file yang mencurigakan yang sedang berjalan di komputer Windows Anda
- Tawarkan semua layanan ini secara gratis
- Sangat mudah untuk setup pada PC Windows Anda
Fitur
Premium (Internet Security dan Endpoint Security ) Dari Comodo Antivirus
- Fitur fitur Comodo antivirus internet security dan endpoint security
Kelebihan
Antivirus Comodo:
- Menyediakan perlindungan lengkap terhadap virus, malware, dan ancaman lainnya
- Terus diperbarui untuk memberikan perlindungan dari virus baru
- Bisa memindai memori PC setelah komputer pertama kali dinyalakan
- Comodo Antivirus mencakup serangkaian mesin pendeteksi virus, spyware, rootkit, dan malware lainnya
- Tawarkan "Game Mode" (deteksi diam dari ancaman)
- Dukung Windows 10/8/7 / Vista / XP
- Selain itu, dukung versi Windows 64-bit
- Menawarkan keamanan firewall untuk memberi perlindungan kepada dunia maya
- Tawarkan semua layanan secara gratis tanpa uang
- Menyediakan Comodo Dragon Secure Web browser dengan setup, untuk browsing aman
- Jika Anda menginginkan hasil dan kinerja optimal dengan perangkat lunak dan paket Comodo, Anda harus memastikan bahwa PC Anda sesuai dengan persyaratan sistem minimum, seperti: Windows XP, Vista, 7, 8 atau 10.
- Semua kebutuhan di atas memerlukan versi Internet Explorer 5.1 atau yang lebih baru, RAM yang tersedia 152 MB, dan 400 MB ruang hard disk.
- Jika Anda memiliki Windows XP, Anda memerlukan 256 MB RAM yang tersedia, dan 210 MB ruang hard disk
- Pengguna Mac akan memerlukan platform perangkat keras Mac Intel x86_64 dan sistem operasi MAC OS X 10.9x atau 10.10.x.
Mereka
memiliki paket Linux dan Antivirus Cloud yang berbeda dengan persyaratan
berbeda yang terbaik untuk dilihat di situs untuk semua opsi dan varians.
Dasar-dasar adalah bahwa Anda memerlukan CPU 2 GHz, RAM 2 GB, dan ruang disk 40
GB.
Tampilan
programnya pun menggunakan sistem tab serta konfigurasinya mudah dihapal. Pada
tab “Summary” ditampilkan status dari modul Firewall dan Defense+, pengguna
bisa mereview jumlah intruksi yang terblokir, jumlah koneksi yang keluar dan
masuk serta mengubah level keamanan firewall, lalu dibawahnya pada modul
Defense+ ditampilkan jumlah akses yang diblokir, jumlah proses yang berjalan,
review file yang perlu dikonfirmasi tingkat kepercayaannya dan level keamanan
Defense+. Di bagian kanan terdapat link Highlights yang membawa pengguna ke
website forum COMODO, koneksi yang sedang berjalan dan tips harian.
Konfigurasi
untuk modul firewall-nya pun bisa dibilang sangat mudah dan cepat karena tidak
bertele-tele. Di dalam tab ini disediakan berbagai macam jalan pintas ke
berbagai konfigurasi.
- View Firewall Events, menampilkan database konfirmasi yang telah ditampilkan agar bisa di-review oleh pengguna,
- Define a New Trusted Application, memasukkan aplikasi yang dipercaya ke dalam daftar Whitelist agar bisa langsung terkoneksi ke internet tanpa konfirmasi,
- Define a New Blocked Application, memasukkan aplikasi yang dianggap berbahaya agar tidak terkoneksi ke internet,
- Stealth Ports Wizard, konfigurasi ini berguna untuk membuat peraturan global dimana mempengaruhi keberadaan sistem terhadap sistem lain,
- View Active Connections, menampilkan aplikasi-aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara langsung,
- My Port Set, mengelompokkan setiap port di sistem agar bisa dikonfigurasi untuk manajemen jaringan,
- My Network Zones, membuat zona jaringan tersendiri agar bisa digunakan dalam situasi tertentu,
- My Blocked Network Zones, membuat daftar alamat jaringan yang diblokir.
Disini
pengguna harus terlibat secara langsung dalam setiap prosesnya, dikarenakan
semua konfirmasi yang muncul membutuhkan “izin” dari pengguna untuk memberi
respon “Allow” atau “Block”. Pada COMODO Defense+ terdapat 9 fitur yang bisa
dikonfigurasi oleh pengguna.
- View Defense+ Events, menampilkan daftar konfirmasi – konfirmasi yang telah ditampilkan sebelumnya dan semua respon yang telah dilakukan oleh Defense+,
- My Protected Files, pengguna dapat memasukkan direktori folder tertentu yang ingin dilindungi dari perubahan yang tidak berhak,
- My Blocked Files, memasukkan direktori file yang ingin dikunci total dan diblokir dari segala akses,
- My Pending Files, daftar file – file yang memerlukan konfirmasi dari adminstrator,
- My Own Safe Files, disini pengguna bisa memasukkan file – file yang dianggap terpercaya sehingga nantinya tidak perlu konfirmasi saat mau dijalankan,
- View Active Process List, menampilkan daftar proses yang berjalan dan termasuk alamat IP yang dihubungi,
- My Trusted Software Vendors, daftar software yang terpercaya dimana mengacu pada Digital Signature dari masing – masing file EXE,
- My Protected Registry Keys, fungsi ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan entri registri yang ingin dilindungi dari modifikasi yang tidak berhak,
- My Protected COM Interfaces, melindungi interkoneksi COM dari perubahan dan manipulasi dari proses yang mencurigakan (malware).
Konfirmasi
dari COMODO Firewall dan Defense+ pun sangat mudah dipahami, sehingga disini
pengguna hanya memerlukan melakukan beberapa klik mouse untuk merespon dari
konfirmasi yang muncul.
Dari
menu drop down yang ada tinggal dipilih untuk aplikasi yang sesuai (untuk modul
Firewall), sedangkan untuk modul Defense+ juga harus sesuai dengan aplikasi
yang bersangkutan. Centang “Remember my answer” agar tidak diberi konfirmasi
kedepannya sehingga cocok untuk program yang terinstall permanen
REFERENSI